Langsung ke konten utama

First Meeting

Summary:  Setelah sekian tahun berlalu, Akari masih bisa mengingat wajah pria yang tak sengaja dilihatnya dalam perjalanan pulang. Kini mereka kembali bertemu. Siapakah pria itu? Character : Tsukioka Tsumugi, Hoshino Akari (OC) Genre : Slice of Life, Romance Rating : 15+ Disclaimer

First Meeting



Summary: Setelah sekian tahun berlalu, Akari masih bisa mengingat wajah pria yang tak sengaja dilihatnya dalam perjalanan pulang. Kini mereka kembali bertemu. Siapakah pria itu?
Character: Tsukioka Tsumugi, Hoshino Akari (OC)
Genre: Slice of Life, Romance
Rating: 15+


Akari melangkahkan kakinya dengan santai. Tas berisi bahan makanan di kedua tangannya membuat ia enggan membuang terlalu banyak tenaga untuk mempercepat gerakan kakinya. Terlebih, ia sangat menyukai suasana malam hari ketika para pekerja tengah dalam perjalanan kembali ke rumah seusai aktivitas mereka di kantor.

Namun di antara kerumunan orang, matanya mendadak terfokus pada sesosok pria yang berjalan cukup cepat keluar dari sebuah gedung teater. Pria itu menundukkan pandangan, tampak jelas bahwa perasaannya sedang tidak baik. Mata Akari berpindah ke arah gedung yang ditinggalkan pria tadi. Papan nama terpampang di pintu masuknya—GODza.



Beberapa tahun kemudian...


Akari sedang sibuk memeriksa satu per satu bunga untuk memastikan tidak ada yang layu, ketika bel berbunyi, menandakan seorang pelanggan telah membuka pintu. Akari segera menegapkan badannya untuk menghadap ke pelanggan.

"Ah, selamat datang!"

Matanya sedikit membelalak melihat siapa yang datang. Ia adalah pria yang dilihatnya beberapa tahun lalu berjalan keluar dari gedung teater GODza. Akari cukup yakin karena entah mengapa, ia selalu ingat wajah pria itu. Sesaat ia memaku hingga sang pria semakin mendekatinya.

"Apakah Anda pemilik toko ini?" tanya sang pria.

Akari tersadar. Ia pun mengangguk cepat, "Ada yang bisa saya bantu?"

"Saya ingin membeli buket bunga. Bisakah Anda merangkaikan untuk saya?"

"Tentu saja. Buket seperti apa yang Anda inginkan?"

Tidak butuh waktu lama bagi Akari untuk melayani pembeli barunya ini. Pria tersebut ternyata cukup mengetahui tentang bunga dan maknanya—bahkan mereka sempat beberapa kali berdiskusi singkat tentang susunan bunga yang dipesan.

"Terima kasih atas kunjungan Anda," ucap Akari sambil tersenyum lebar. Percakapan singkatnya dengan pelanggannya yang satu ini membuat hatinya turut bersemi. Sudah lama rasanya ia tidak sebahagia ini berbicara mengenai tanaman.

"Tidak, terima kasih. Anda menyenangkan untuk diajak berbincang. Mungkin saya akan kembali untuk membeli buket bunga lagi," balas sang pria. Suara lembutnya terdengar menenangkan di telinga Akari.

Pria tersebut membalikkan badan dan berjalan keluar. Mata Akari terus mengikuti sang pria. Mantel kremnya berkibar pelan saat pria itu membuka pintu dan memberikan jalan bagi angin untuk masuk. Pria itu menghampiri seorang wanita berrambut panjang yang menunggunya di luar.

'Ah, mungkin pacarnya?'

Akari menatap bunga yang tadi dipesan oleh sang pria.

"Secret love…" gumamnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intro

Halo! Ini postingan pertamaku di blog ini, jadi enaknya kita kenalan dulu kali, ya. Namaku Garam, dan aku adalah pemilik blog Rumah Garam ini. Pasti kalian heran, kan? "Kok namanya 'Garam'?" Jadi, nama ini kupilih saat aku membuka akun Twitter-ku: @sansounoumi . Username dari akun ini kuambil dari salah satu lagu favoritku, yaitu Sanso no Umi (Sea of Oxygen) karya Itou Kashitaro . Sejak awal bikin akun ini, aku emang udah niatkan buat dipakai interaksi sama teman sehobi di Indonesia yang sama-sama suka  mobile games  (mobage) dengan fitur gacha . Kalian yang main mobage udah ga asing, dong, dengan istilah 'garam'. Bagi pemain mobage, kata 'garam' punya konotasi sedikit negatif karena 'garam' itu istilah yang dipakai buat nyebut hasil gacha yang  lucky  sehingga membuat pemain lain ngerasa iri. Tapi dengan sisi negatif tersebut, aku memandang kata 'garam' justru sebagai sesuatu yang unik. 'Garam' merupakan kata yang cukup akrab...